kondisi wanita pada zaman jahiliyah !!! ( sungguh beruntung wanita hari ini )

http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/33532_146619848698462_146618398698607_399180_4919098_a.jpg

بسم الله الرحمن الرحيم

Zaman jahiliah adalah zaman dimana terjadinya kekosongan dari dakwah para rosul serta porak porandanya kehidupan sosial, tertera pula dalam hadist bahwa Allah SWT memandang segenap bangsa, baik arab maupun non arab dengan penuh kemurkaan, kecuali segelintir dari golongan ahli kitab. wanita kala itu sungguh hidup dalam keadaan rumit, terutama dalm kalangan bangsa arab. MEREKA TIDAK MENGHENDAKI KELAHIRAN WANITA. MEREKA MENGUBUR BAYI WANITA HIDUP-HIDUP, KALAUPUN ADA YANG DIBIARKAN HIDUP, MEREKA HIDUP DENGAN PENUH… PENDERITAAN DAN KENISTAAN

Allah berfirman dalam QS An-nahl : 58-59

http://4.bp.blogspot.com/_qtwLcf2T5cM/RjGlSWrv8AI/AAAAAAAAAIA/ereSBvORpnI/s320/16(58-59).JPG

“Dan apabila seseorang di antara mereka dikarunia (kelahiran) anak perempuan, murunglah wajahnya dan ia sangat jengkel penuh kemarahan. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, lantaran buruknya apa yang diterimanya. Adakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kenistaan, ataukah akan menguburkannya (hiduphidup) ke dalam tanah? Ketahuilah, betapa buruknya apa yang mereka tetapkan itu.”  An-nahl : 58-59

dan firman allah dalm Qs At-takwir:8-9

http://muhammadabrory.files.wordpress.com/2011/05/alquran.jpg?w=300

“Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hiduphidup ditanya, karena dosa apakah ia dibunuh?.”

Namun sebaliknya ketika wanita2 itu selamat dari penguburan terhadap dirinya, maka dia tidak diakui eksistensinya dalm hidup. dia tidak menerima harta waris dari kerabatnya, walaupun kerabatnya itu kaya raya dan dia sedang dihimpit kefakiran dan kebutuhan hidup. karena warisan hanya diberikan pada lelaki, bukan pada perempuan…

bahkan lebih gila lagi, ketika suaminya meninggal, maka wanita itu dapat diwarisi sebagaimana harta suaminya yang lain!!!…

belum lagi mereka hidup dalam keadaan suami yang berpoligami, lebih parah lagi, tidak ada batasan jumlah bagi pria kala itu untuk berpoligami, maka mereka bebas berpoligami sekehendak mereka.

والله اعلم

oleh : Muhammad Abrory

berbagai sumber