PERCAYA RAMALAN BOLEH NGGA YAH???

بسم الله الرحمن الرحيم

ketika manusia itu berada dalam alam kandungan dan berusia 40 hari, Allah SWT telah menakdirkan pada mereka 4 hal, pertama usia, harta, jodoh dan mati dalam keadaan baik ( khusnul khatimah ) atau buruk (su’ul khatimah ), sehingga 4 perkara yang saya sebutkan tadi merupakan ketetapan Allah yang menjadi rahasianya dan hanya Allah saja yang mengetahui, sepakat???

oleh karenanya tidak ada satupun manusia yang mengetahui hal – hal yang ghaib walaupun Rosulullah SAW sendiri, kecuali memang diwahyukan oleh Allah SWT.

dikisahkan, Nabi Muhammad SAW datang dan dijumpainya di tengah-tengah masyarakat ada sekelompok manusia tukang dusta yang disebut…kuhhan (dukun) dan arraf (tukang ramal). Mereka mengaku dapat mengetahui perkara-perkara ghaib baik untuk masa yang telah lalu maupun yang akan datang, dengan jalan mengadakan hubungan dengan jin dan sebagainya. Justru itu Rasulullah s.a.w. kemudian ” memproklamirkan” perang dengan kedustaan yang tidak berlandaskan ilmu, petunjuk maupun dalil syara’.

Rasulullah membacakan kepada mereka wahyu Allah yang berbunyi:

“Katakanlah! Tidak ada yang dapat mengetahui perkara ghaib di langit dan di bumi melainkan Allah.” (an-Naml: 65)

Bukan Malaikat, bukan jin dan bukan manusia yang mengetahui perkara-perkara ghaib. Rasulullah juga menegaskan tentang dirinya dengan perintah Allah s.w.t. sebagai berikut:

“Kalau saya dapat mengetahui perkara ghaib, niscaya saya dapat memperoleh kekayaan yang banyak dan saya tidak akan
ditimpa suatu musibah, tidak lain saya hanyalah seorang (Nabi) yang membawa kabar duka dan membawa kabar gembira
untuk kaum yang mau beriman.” (al-A’raf: 188)

Oleh karena itu, barangsiapa mengaku dapat mengetahui perkara ghaib yang sebenarnya, berarti dia mendustakan Allah, mendustakan kenyataan dan mendustakan manusia banyak.

Sebagian utusan pernah datang ke tempat Nabi, mereka menganggap bahwa Nabi adalah salah seorang yang mengaku
dapat mengetahui perkara ghaib. Kemudian mereka menyembunyikan sesuatu di tangannya dan berkata kepada Nabi:
Tahukah tuan apakah ini? Maka Nabi menjawab dengan tegas:

“Aku bukan seorang tukang Ramal, sebab sesungguhnya tukang Ramal dan pekerjaan meramal serta seluruh tukang Ramal ( berada ) di neraka.”

namun Islam tidak membatasi yang salah itu pada orang yang meramal saja, tapi juga orang yang diminta untuk diramal juga ikut dosa,

“Barangsiapa datang ke tempat juru ramal, kemudian bertanya tentang sesuatu dan membenarkan apa yang dikatakan, maka sembahyangnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (Riwayat Muslim)

mungkin ada yang bertanya, bagaimana dengan ramalan bintang dan horoscope yang ada di TV dan media cetak kebanyakan???

menurut saya itu sama saja dihukumi haram dan dosa untuk dipercaya mentah-mentah, namun sedikit saran bagi teman – teman sekalian yang sudah addict dan sulit untuk berhenti total terhadap ramalan bintang, zodiac, and soon, and soon maka, saya sarankan untuk mengambil ramalan yang baik-baik saja untuk dijadikan motivasi hidup dan meninggalkan ramalan – ramalan yang buruk, jadikan semua itu sebagai sugesti dan tidak untuk dipercaya mentah – mentah. saya ambil contoh misal saya adalah seorang yang mengaku bisa meramal, saya mengatakan pada anda bahwa anda akan menjadi sukses kelak, memiliki rumah besar, mobil mewah, istri cantik dan anak yang soleh. sepertinya saya meramal anda… ya, sapapun ternyata bisa meramal bukan ???, mungkin seperti itulah analoginya. maka katakanlah “amin ya robb, mudahan apa yang dikatakan orang itu menjadi kenyataan, amin..amin..amin ( accent upin ipin )”…

namun yang paling baik dari semua itu adalah meninggalkan secara total terhadap kepercayaan takhayul, khurafat dan segala macam bentuknya itu dan bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya untuk tidak mengulanginya lagi. Hendaknya mereka hanya bersandar dan bertawakkal kepada Allah semata dalam segala urusan, dengan tetap berikhtiyar secara benar menurut aturan syariat yang dibolehkan dan bersifat kongkrit. Hendaknya mereka meninggalkan berbagai urusan jahiliyyah ini, dan menjauhkan diri darinya serta menjaga diri dari para pelakunya, jangan sampai membenarkan ucapan mereka demi ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan demi menjaga akidah dan agama mereka.

Oleh : muhammad Abrory

sumber : SYEKH YUSUF EL-QARDHAWI) (4) BAB KEEMPAT KEPERCAYAAN DAN TRADISI, MU’AMALAH, HIBURAN, KEMASYARAKATAN, ANTAR-UMAT dan lainnya dengan  berbagai penyuntingan.

mohon sertakan link blog ane sebagai sumber bila ingin copy paste,,,syukron katsiron

Iklan