hakekat perang/jihad Rosulullah SAW

اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

ngga bisa dipungkiri, berubahnya mindset orang2 non muslim (dan juga orang2 muslim sendiri ) terhadap islam dari agama yang damai, indah, adil membawa keselamatan menjadi sebuah agama “teroris”, bengis, ngebom sana sini yang katanya atas nama jihad fisabilillah adalah didalangi oleh orang2 / kelompok2 yang mengatasnamakan…islam namun menginterpretasikan ayat2 alqur’an dan hadist rosulullah SAW secara harafiah tanpa ditinjau dari segi kontekstual ( asbabun nuzul ) dan humanisme..

kebanyakan mereka menggunakan ayat Al-Baqarah ayat 216 sebagai acuan utamanya :

“diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

atau surat Al-Taubah ayat 73:

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

melalui ayat diatas, mereka langsung menjudge setiap orang di luar Islam halal untuk dibunuh dan bahkan jika umat Islam sendiri yang harus terbunuh demi tujuan itu, maka Allah akan mengampuni dosanya. Demikian keyakinan mereka. Mereka mempersempit makna jihad dengan hanya berperang dan membunuh lawan dan musuh2 Islam. Dan menganggap perintah kepada Nabi dalam ayat ini juga berlaku bagi seluruh umat Islam sepanjang zaman dan dimana saja mereka berada..

Atau dengan merujuk kepada hadith Nabi: “Barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah dia mencegahnya dengan tangannya, jika tidak sanggup maka hendaklah dengan lisannya, jika tidak sanggup maka hendaklah dengan diam, dan itu adalah selemah-lemah iman”.

Maka ketika setiap individu melihat apa yg dianggapnya sebuah kemungkaran, maka dia harus mengambil tindakan pertama, yaitu menggunakan tangannya. Terlepas dari apakah tindakannya itu melanggar ketentuan hukum yang sudah disepakati dan akan menyusahkan orang lain serta membuat kekacauan di tengah masyarakatnya., sementara wajah Islam
terlihat seram dan bengis…

Terjadinya pengeboman, penyandraan, sweeping atau pemusnahan dan pembakaran tempat2 hiburan di berbagai tempat belakangan ini, terlepas dari adanya keterlibatan orang-orang di luar Islam, sungguh tidak terlepas dari paham seperti ini.
Mereka telah menutup rapat pintu dialog tidak saja antar umat beragama, tetapi juga dengan sesama penganut Islam lainnya, label kafir atau murtad dengan begitu mudah mereka berikan kepada saudara2nya…

“pribahasa karena nila setitik rusak susu sebelanga” mungkin pas menggambarkan umat islam (khususnya di indonesia )sekarang ini..karena kelakuan dari segelintir orang2 tersebut, maka jadilah islam dicap agama bengis, teroris as a whole… u_u

coba beritahu saya apakah umat islam bisa seperti sekarang ini banyaknya dan bisa menguasai hampir 3/4 belahan dunia pada masa keemasannya dulu dengan cara2 diatas??

cara2 yang menggunakan kekerasan dan mengorbankan nyawa orang lain dalam penyebarannya??..

tentu tidak..

kalu tidak, mengapa zaman rosul begitu banyak peperangan??..bukan kah rosul memerangi orang kafir sama seperti yang dilakukan beberapa orang di indonesia dengan cara mengebom mereka??..

kalau dulu, peperangan baginda rosulullah adalah peperangan defensive..artinya beliau tidak pernah memulakan perang kecuali ada ancaman bahaya dari orang2 kafir yang ingin memerangi islam. namun jika rosulullah mengirimkan surat agar suatu kelompok orang kafir masuk islam namun mereka menolak surat tersebut ( tidak mau masuk islam) maka rosul tidak memeranginya, karena Allah bersabda  dalam surat Al-kafirun :

“Bagimu adalah agamamu, dan bagiku adalah agamaku”

maka sangatlah keliru sekali jika ada sebagian dari muslim ekstermis yang mengebom sana sini demi memperjuangkan agama Allah..mereka mengebom tempat2 “hang out” orang kafir yang disana pun banyak orang2 islamnya.. memang.. mereka melakukan maksiat dengan jalan mabuk2..party sex and soon and soon..namun perintah untuk mencegah dengan menggunakan tangan dalam hadist diatas bukan dengan jalan di bom..

salah satu riwayat menyebutkan sayyidina umar lewat di depan pemuda yang mabuk, kemudian beliau menamparnya, keesokan harinya pemuda itu masih mabuk lagi kemudian beliau memperingatinya dengan lisan, besoknya pun pemuda itu masih melakukan hal yang sama, sehingga beliau pun hanya lewat didepannya tanpa berkata apa2..

namun….saya sangat setuju sekali jika mereka itu pergi ke palestina dan membantu perjuangan saudara2 kita disana dengan mengebom israel..karena hakekatnya disanalah wilayah perang yang sebenarnya. dimana saudara2 kita mati-matian mempertahankan wilayahnya dengan harta dan nyawa dari rampasan israel..namun buktinya??..mereka malah mengebom wilayah2 yang tidak terjadi konflik agama seperti di indonesia ini sehingga tambah menurunkan citra islam yang cinta damai..hufff

sehingga akibat dari segolongan kelompok ini tidak sedikit saudara2 kita menerima perlakuan yang tidak adil, diskriminatif, kasar bahkan sampai dibunuh massal seperti yang terjadi pada muslim xinjiang cina, pembantaian 100 muslim di thailand, makian makian yang dilontarkan orang non muslim di inggris terhadap muslim..and soon and soon.

trus bagaimana metode yang benar dalam dakwah ini??

Islam adalah agama cinta damai. Salah satu nama Allah bermakna damai, ucapan kita jika ketemu dengan orang lain adalah salam, mendo’akan orang lain supaya damai dan sejahtera, sorga adalah tempat orang yg cinta damai, Muslim bisa berarti “duta-duta” perdamain. Damai dan toleran adalah watak, makna, symbol dan tujuan hidap dari Islam dan Muslim. Karena itu setiap orang, terlepas dari apapun agamanya, batas geografis mereka tinggal, latar belakang suku dan etnis, berhak menikmati kedamaian dari Islam, selama mereka tidak menyerang Islam atau Muslim.

sehingga mereka bisa mengetahui islam itu indah dan damai dari sudut pandang ini. tanpa kita mengucapkan apa apa hanya dengan melihat tingkah laku kita, mereka cinta dengan agama ini dan akhirnya masuk islam..

namun, ini adalah bukan perkara mudah..karena apa, sekarang ini orang islam sendiri yang sedikit demi sedikit terkikis dari fitrah islam dalam diri mereka karena kuatnya daya upaya yahudi dalam membuat kita terpuruk.. ya, mereka tidak akan pernah ridho sampai kita orang islam ini bercerai berai, hilang nilai keislaman dan mengikuti budaya mereka yang tidak beragama!!!..

sehingga metode yang paling benar menurut saya adalah dengan menguatkan nilai nilai tauhid, aklak dan fiqih seseorang, kArena jika semua muslim memiliki 3 pilar utama itu, maka jangankan untuk berdirinya khilafah..untuk menguasai dunia pun bukan perkara yang mustahil…

والله اعلم

oleh : Muhammad Abrory

sumber : Drs Suaidi Asy’ari, MA dengan berbagai penyuntingan..

mohon sertakan link blog ane jika ingin copy paste..syukron

Iklan