wanita karir atau ibu rumah tangga ???

بسم الله الرحمن الرحيم

Syukron katsiron sebelumnya untuk salah seorang Akhwat yang udah request tentang headline diatas.. I hope she isn’t ever feel bored being curious ’bout islam..

Dari perempuan bernama siti aminah telah lahir seorang yang sangat mulia dan menjadi teladan bagi semua manusia di dunia ini sekaligus sebagai seorang nabi yang terakhir bernama muhammad, yang dari beliau-lah sekarang kita bisa menikmati agama yang benar dan diridho’i yakni agama islam ini. seluruh ulama besar dan  para pemimpin didunia ini semuanya lahir dan dan dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang dari seorang makluk yang bernama wanita. begitulah mengapa islam begitu sangat memuliakan wanita…sehingga yang pada zaman jahiliyah dulu wanita sangat direndahkan kedudukannya (baca juga artikel ane tentang kondisi wanita pada jaman jahiliyah (klik disini)), setelah datangnya islam, kedudukannya sangat dimuliakan, sangat dijunjung tinggi hak dan derajatnya, serta sangat dihormati kesucian dan  martabatnya. bahkan mereka pun juga juga merupakan pemimpin loh. iya…sesuai dengan sabda nabi muhammad SAW :

“Seorang laki-laki adalah pemimpin di dalam keluarganya dan ia bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Dan seorang wanita adalah pemimpin di dalam rumah suaminya dan ia bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya itu.” (HR. Bukhari dan Muslim) [dalam Abdullah Nashih Ulwan, 1981: 159]

pada poin “islam sangat menjunjung tinggi hak dan derajatnya” diatas artinya wanita dan pria memiliki hak yang sama dalam hal pendidikan agama dan umum, pemenuhan kebutuhan dan sosial kemasyarakatan. sehingga sangat keliru sekali kalau dalam islam ada yang mengatakan bahwa wanita adalah “warga kelas 2”.

dulu pun sudah banyak yang menjadi wanita karir. bahkan isteri nabi, siti khadijah pun merupakan seorang wanita karir. ya…beliau merupakan seorang saudagar yang memiliki jaringan perdagangan yang luas.

namun…setelah Nabi Muhammad diangkat menjadi rosul, siti khadijah pun melepas attribut saudagarnya dan sepenuhnya menjadi seorang istri yang bertakwa pada Allah dan taat pada suami.

menurut ane ada banyak faktor yang menyebabkan sekarang ini banyak wanita memilih menjadi wanita karir. pertama adalah tuntutan zaman yang semakin modern, yang menyebabkan mereka tidak mau terkurung dalam “penjara” rumah sebagai seorang ibu rumah tangga yang dianggap ketinggalan zaman dan tidak mampu membuktikan diri dalam persaingan, sehingga merasa mereka tidak memiliki arti penting. masuknya paham liberalisme barat yang menjadi pemicunya. yang kedua adalah karena keterpaksaan, dimana mereka merasa bahwa penghasilan suami mereka pas-pasan sehingga mereka berinisiatif untuk membantu meringankan kebutuhan rumah tangganya walaupun pada hakikatnya mereka berat untuk melakukannya…u_u

tapi bagaimana sih islam mengatur posisi wanita dalam rumah tangga??? apakah dilarang untuk menjadi wanita karir???

seperti yang saya share pada kesempatan sebelumnya tentang posisi wanita dalam rumah tangga (klik disini ) yakni dalam rumah tangga suami hanya halal untuk (maaf) hanya berhubungan intim dengan isterinya. sehingga diluar itu seperti masak, nyuci, nyapu, ngepel and soon and soon tidak wajib. bukankah sangat menyenangkan memiliki penghasilan (dari suami) tanpa harus bekerja???..namun inilah kenyataanya, suami dan istri sama bekerja diluar, rumah terbengkalai, sesampainya dirumah sudah dipusingkan dengan masalah kerjaan keesokan harinya, hubungan keduanya mulai tidak intens, sering terjadi percekcokan, yang lebih parah dari semua itu adalah hilangnya kasih sayang pada buah hati yang berakibat anak tumbuh jadi pribadi yang tertutup terhadap permasalahannya dikarenakan ia merasa orang tuanya tidak ada yang memperdulikan dia…naudzubillah..u_u

pada dasarnya Allah menciptakan kaum Adam dan Hawa sesuai fitrah dan karakter keduanya yang unik. Secara alami (sunatullah), laki-laki memiliki otot-otot yang kekar, kemampuan melakukan pekerjaan yang berat, menjadi pemimpin dalam segala urusan, khususnya keluarga, Negara dan lain-lain. Kaum Adam pun dibebani padanya tugas menafkahi keluarga secara layak. Sedangkan bentuk fitrah wanita yang tidak bisa di gantikan laki-laki adalah, mengandung, melahirkan, menyusui, serta menstruasi yang sering mengakibatkan kondisinya labil, selera makan berkurang, pusing-pusing, rasa sakit di perut serta melemahnya daya pikir. Wanita hamil ketika melahirkan membutuhkan waktu istirahat cukup banyak, kemudian menunggu hingga 40/60 hari dalam kondisi sakit dan merasakan tekanan yang demikian banyak. Ditambah masa menyusui yang menghabiskan waktu selama dua tahun. Selama masa tersebut, si bayi menikmati makanan dan gizi yang di makan sang ibu, sehingga otomatis dapat mengurangi stamina si ibu. Haruskah “beban” berat alamiah tersebut diperparah dengan tugas di luar tanggungjawabnya????…………..u_u

islam tidak melarang wanita untuk berkarir, namun Islam menghendaki agar wanita melakukan pekerjaan/ karir yang tidak bertentangan dengan kodrat kewanitaannya dan islam juga tidak membatasi haknya di dalam bekerja, kecuali pada aspek yang menyinggung garis-garis kehormatannya, kemuliaannya dan ketenangannya, yang dapat berakibat pada pelecehan dan pencampakan. saya beri huruf tebal sebelumnya itu untuk mempertegas batasan2 bagi mereka yang “ngotot” ingin bekerja dan diharapkan mereka tidak menerobos batasan itu yang jika mereka terobos, nantinya juga akan berakibat buruk bagi mereka sendiri. namun lepas dari apapun karir mereka, jangan pernah lupa perkataan dari putri tercinta rosulullah yang sekaligus isteri dari sayyidina Ali bin Abi tholib, yakni Fatimah azzahra, beliau mengatakan : “Wahai kaum wanita Seandainya kamu mengerti kewajiban terhadap suamimu, tentu seorang isteri akan menyapu debu dari kedua telapak kaki suaminya dengan sebagian mukanya.”, artinya sesibuk apapun juga pekerjaannya, mereka diharapkan berbuat baik pada suami dan menaatinya setelah ketaatannya pada Allah Swt, mampu menjaga harta suaminya, mampu menjaga diri dari hal2 yang dilarang agama, dan yang paling penting tidak lupa memberikan kasih sayang pada anak.

Rasulullah Saw memuji wanita shalihah dengan haditsnya ketika beliau ditanya tentang siapakah sebaik-baiknya wanita?? Rasulullah Saw bersabda yang artinya: “Wanita yang menyenangkan jika dipandang, menurut jika diperintah, tidak mengingkari dirinya dan hartanya dan sesuatu yang dilarang” (H.R. An-Nasa’i).

sehingga kesimpulan dari tulisan ini adalah :

silahkan menjadi wanita karir, namun jangan lupa kewajiban sebagai ibu rumah tangga, walaupun prakteknya tidak akan semudah teorinya wahai ukhti…..percayalah

namun menurut saya pribadi, yang lebih baik daripada semua itu adalah istri lebih baik dirumah, menjaga diri, harta dan anak2 dengan baik sesuai ajaran yang dicontohkan istri tercinta rosulullah, Ummul mukminin, Siti A’isyah binti abu bakar Radiallahu Anha dan biarkan kaum suami menjadi sebenar-benarnya pemimpin. pemimpin rumah tangga, istri, anak2 dan pemimpin di dapur…hehehe ( untuk yang ini optional, terantung bisa masak ato ngga. jika ngga, bisa menyewa jasa pembantu, beli masakan siap saji tiap hari atau………………..minta keikhlasan dan keredho”an istri tercinta buat masakin kita…n_n )

والله اعلم

oleh : MUHAMMAD ABRORY

berbagai sumber

Mohon cantumkan link blog ane sebagai sumser jika ingin copy paste…syukron katsiron