Kerja Berat boleh ga yah ngga puasa ???

بسم الله الرحمن الرحيم

buat sohib2 ane yang udah sukses dengan kerjaanya di tambang, udah kebayang pasti kerjanya berat ( walaupun diganjar dengan fulus yang berat juga sih…hehe). udah pake otot, ditambah otak pula. apalagi kondisi puasa2 gini. ada aja cobaannya, siang bolong terik matahari, saat mulai dehidrasi, lapar, ngantuk menyerang, cobaan mulai dari yang bisa dilihat mata sampe yang ngga, kaya ngebayangin es campur 2 mangkok, nasi opor 3 piring dll, yang mulai menggoyahkan iman kita dalam kontinuitas beribadah puasa. tapi guys, hati-hati, why???…………..cz Pekerjaan tidaklah menyebabkan bolehnya berbuka di bulan Ramadhan loh ( klik disini untuk artikel terkait ), karena berbuka hanya boleh bagi orang yang sakit dan musafir, haid, hamil dan menyusui jika keduanya (hamil dan menyusui, -pent) takut kepada dirinya (mudharat) atau terhadap anaknya.

Adapun pekerjaan, walaupun itu seberat apapun,  maka hal tersebut tidak menyebabkan bolehnya berbuka. Orang yang bekerja tetap bekerja dan berpuasa. Jika dia tidak kuat untuk bekerja dalam keadaan berpuasa maka dia tinggalkan pekerjaan tersebut dan mencari pekerjaan yang lain yang bisa dia kerjakan sambil berpuasa.

Kesimpulannya orang yang bekerja berat tidak boleh berbuka karena dia mukim ( menetap ), tidak safar, dan juga dia sehat tidak sakit, dan dia tidak mempunyai udzur dari udzur-udzur yang disyariatkan yang diberi keringanan bagi orang yang berpuasa untuk berbuka. Maka wajib bagi dia untuk bekerja dan berpuasa dan wajib bagi dia untuk mencari pekerjaan yang tidak bertentangan dengan puasanya. Dan pekerjaan itu banyak. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberikan jalan keluar dan memberi rizki padanya dari arah yang dia tidak sangka-sangka.

Dan kaum muslimin tetap berpuasa semenjak Allah wajibkan puasa, mereka bekerja dan berpuasa, mereka tidak meninggalkan puasa karena pekerjaan walaupun diketahui mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berat dan sangat melelahkan, walaupun demikian tidak dikenal dalam sejarah Islam atau dari Salafus Shalih bahwasanya mereka berbuka karena pekerjaan sementara mereka sedang mukim dan sehat. Wallahu a’lam….

so, buat sohib2 ane yang udah pernah “kalah”…cepat tobat agar ngga terkadi “kekalahan2” berikutnya….hehehehe

oleh Muhammad Abrory

sumber : Fatwa Fadhilatus Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hal 137/nomor 210