TAFSIR MIMPI

بسم الله الرحمن الرحيم

huff.. akhirnya bisa kembali sharing !!..

kali ini ada pertanyaan tentang takwil / tafsir mimpi. apakah setiap mimpi itu memiliki arti yang nanti bisa menjadi kenyataan ??..ataukah hanya bunga tidur yang tidak memiliki arti sama sekali ??..pernah diantara kita pasti mengalami mimpi yang sangat menakutkan, mengerikan, yang sampai membuat kita tiba-tiba terbangun kerenanya. atau tak jarang pula mengalami mimpi yang sangat menyenangkan, sesuatu yang membuat kita rasanya ngga mau bangun dari tidur.

Banyak orang bilang, mimpi itu bunga-bunga tidur yang tak perlu diyakini kebenarannya. Namun, tak sedikit mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan dan benar adanya. banyak orang yang bermimpi dan meyakini kebenaran dari mimpi itu. kita ambil contoh, kisah Nabi Ibrahim A.S yang (akan) menyembelih anaknya, Ismail. Namun kemudian, Allah SWT menggantinya dengan seekor domba untuk disembelih. Kisah ini kemudian diperingati sebagai momentum Idul Adha (Hari Raya Kurban). atau kisah dari mimpi nabi yusuf A.S yang bermimpi tentang musim kemarau yang akan melanda mesir.

Imam Ibnu Sirin, dalam bukunya Tafsir Mimpi Menurut Islam, berkata, “Pada prinsipnya mimpi yang baik itu bersumber dari aneka amal yang benar dan mengingatkan akan aneka akibat dari berbagai urusan. Dari mimpi yang baik itu muncullah aneka perintah, larangan, berita gambira, dan peringatan.

ngga semua mimpi tu dapat ditafsirkan makna yang terkandung didalamnya. Ada kalanya mimpi tu bagaikan angin lalu namun ada yang benar-benar menjadi kenyataan. Mimpi orang yang bertakwa merupakan sebuah kabar dari Allah yang akan berlaku, karena Rasulullah ngga pernah bermimpi melainkan mimpi beliau jadi kenyataan. Sedangkan mimpi orang yang tidak beriman merupakan berita yang disebarkan oleh syaitan…naudzubillah

Dalam suatu riwayat dikisahkan,ada seorang wanita bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya bermimpi melihat bagian tubuh baginda berada di rumahku.” Baginda menjawab, “Sesungguhnya Fatimah akan melahirkan seorang anak lelaki, kemudian engkau yang akan menyusukannya.” Tidak lama kemudian Fatimah melahirkan Hussein dan disusukan oleh wanita tersebut.

Sesungguhnya mimpi itu dapat ditafsirkan, namun ngga semua orang mampu mentafsirkan kebenarannya. Tambahan pula, mimpi diakui adanya dalam syariat Islam. Sedangkan ilmu untuk mentakwilkan, mentakbirkan atau mentafsirkannya diiktiraf oleh para ulama. Banyak ulama yang ingin mendalami masalah takwil atau tafsir mimpi tetapi tidak banyak yang mengetahuinya karna susahnya.

Menurut ulama, mimpi ada tiga macam:

1. Peristiwa yang menggembirakan yang benar yang terjadi setelah bermimpi, dan ini tidak perlu penafsiran. misalnya kaya bertemu orang yang disukainya disebuah tempat,,cie..cie..hehe contoh.

2. Mimpi yang batil atau permainan syaitan, yaitu mimpi yang ngga bisa diperincikan oleh orang yang bermimpi. artinya orang yang bermimpi itu tidak sanggup mengingat urutan atau jalan cerita mimpi itu. Mimpi seperti ini dianggap batil dan tidak mempunyai sebarang makna atau takwil.

3. Keinginan nafsu. Mimpi seperti ini terjadi kerana pengaruh pikiran seseorang. Sesuatu yang dia lakukan atau dia khayalkan siang harinya atau menjelang tidurnya selalu menjelma ketika tidurnya. mimpi macam ini yang banyak terjadi, seperti ada beban dalam pikiran, seperti urusan pekerjaan yang belum selesai, persiapan ujian, and soon, and soon yang selalu terpikirkan dan rasanya belum sah dan bebas kalo semua itu belum terselesaikan, hingga akhirnya dia sampe bermimpi kalo semua urusan pekerjaannya selesai atau ujiannya dapet A semua..hehe

Tafsir Mimpi menurut Al-Qur’an dan As-Shunnah

Mimpi terbagi dua: mimpi yang benar ( bisa di tafsirkan ) dan yang batil ( tidak bisa ditafsirkan ).

Mimpi yang benar ialah yang dialami manusia tatkala kondisi psikologisnya seimbang dan keadaan cuaca sedang seperti ditandai oleh bergoyangnya pepohonan hingga berjatuhannya dedaunan. Mimpi yang benar ngga didahului dengan adanya pikiran dan keinginan akan sesuatu yang kemudian muncul dalam mimpi. Kebenaran mimpi juga tidak ternodai oleh peristiwa junub dan haid.

Adapun mimpi yang batil ialah yang ditimbulkan oleh bisikan nafsu, keinginan, dan hasrat. Mimpi demikian tidak dapat ditakwilkan. Demikian pula mimpi “basah” dan mimpi lain yang mewajibkan mandi dikategorikan sebagai mimpi yang batil karena tidak mengandung makna. Sama halnya dengan mimpi yang menakutkan dan menyedihkan, karena mimpi yang menakutkan dan menyedihkan itu berasal dari setan.

supaya mendapatkan mimpi baik, ane saranin :

1. tidur dalam keadaan suci ( berwudhu )

2. ngga tidur malem2

3. posisi tidur seperti nabi muhammad ( miring kanan dengan berbantal lengan kanan atau bantal busa biasa jika ngga biasa )

4. baca alfatihah, al-ikhlas, alfalaq dan annas ( atau bacaan quran apa saja yang bisa )

dan Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak disukai, disunnahkan :

1. meludah ke kiri sebanyak tiga kali

2. memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk

3. bangun dan shalat

Kesimpulan

Seperti diketahui, mimpi ada yang baik dan buruk. Kemudian, dilanjutkan dengan kaidah umum dalam menafsirkan mimpi, seperti adab tafsir mimpi, waktu dalam menafsirkan mimpi serta mimpi yang boleh diyakini dan tidak, mimpi yang benar dan batil, dan hal-hal yang harus dilakukan sebelum tidur dan saat bermimpi tentang sesuatu yang tidak baik atau mimpi buruk. Terdapat juga penjelaskan adab menafsirkan mimpi dan membedakan antara mimpi yang baik dan buruk.

Pada hakikatnya, mimpi adalah deretan dari gambaran mental yang saling bertalian dan berlangsung selama orang tidur. Memahami mimpi hanya sebagai akibat dari pengaruh mekanisme fisik dan cermin dari gejala psikologis (kejiwaan) yang dialami seseorang semata. mimpi merupakan bukti langsung menentukan kadar keimanan kita, atau kesadaran beragama yang bersifat bawaan, sebab mimpi-mimpi yang digambarkan oleh menusia dahulu hingga modern sekarang ini tetap menggambarkan paradigma pskologis tentang hubungan manusia dengan alam spiritual. Melalui analisa mimpi dari berbagai aspek psikologinya, dapat disimpulkan bahwa adanya kekuatan-kekuatan terpendam yang bersifat religius yang memanifestasi berupa bentuk-bentuk memuliakan, mensakralkan sesuatu di dalam kehidupan manusia…

oleh : muhammad Abrory

sumber : berbagai sumber