Berkurban…Wajib kah???

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah di malam ini masih diberi nikmat sehat dan nikmat iman oleh-Nya, sehingga jemariku ini masih bisa “berdansa” lagi…n_nv

kali ini berhubungan dengan hari raya yg akan kita sambut sebentar lagi, yakni hari raya idul adha atau juga biasa disebut hari raya idul qurban…

sedikit menilik sejarah, dulu diadakannya penyembelihan itu karena Allah ingin mencoba kesabaran dari nabi ibrohim AS apakah beliau rela jika anak satu-satunya yg tersayang yg juga nabi Ismail AS disembelih sebagai bukti ke ta’atannya pada Allah SWT…yg berat adalah perintah itu datang lewat mimpi beliau, yg mana beliau ragu apakah benar mimpi ini benar – banar perintah Allah atau bukan….dan yg menakjubkan adalah pendapat dari Isma’il…simak ayat berikut!!!!

itulah sifat nabi…..subhanallah!!!

namun sudah pasti perintah Allah SWT itu bukan untuk sungguh sungguh…setelah nabi ibrohim AS siap dengan pisau di tangannya, tiba tiba malaikat jibril turun dengan membawa se ekor kambing dan mengganti ismail dengan nya…

lalu apakah perintah kurban itu wajib???

ada 2 pendapat, wajib bagi yg mampu dan tidak wajib ( sunnah ), yg tentu ke 2 nya memiliki dalil masing2…

dalil yang mewajibkan kurban :

Al qur’an :

Adapun mengenai ayat ini, para ulama dalam menakwilkan ayat di atas beragam pendapat. Pendapat yang paling kuat adalah yang mengatakan bahwa yang dimaksud ayat di atas adalah ‘ shalat dan berkurbanlah karena Allah’, bukan tentang berkurban pada Idul Adha.

hadist nabi :

Sementara hadits diatas, Ibnu Hazm dalam al-Muhalla (7/357, 358), mengatakan bahwa hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah, karena Dhaif. Di dalamnya terdapat rawi bernama Abdullah bin ‘Iyasy, dan ia bukanlah rawi terpercaya.

dalil yg tidak mewajibkan :

Hadits ini menjelaskanRasulullah saw mengetahui bahwa di antara ummatnya kelak ada yang tidak berkurban, dan Rasulullah saw tidak mengecamnya. Apabila kurban itu wajib, tentu Rasulullah saw tidak akan melakukan demikian, dan beliau akan mengingkari mereka yang tidak melakukan kewajiban. Ini menunjukkan bahwa kurban bukanlah sesuatu yang wajib.

namun pendapat saya lebih condong pada pendapat ke 2, yakni tidak wajib ( sunnah ), karena selain pendapat dan argumennya  lebih kuat, pula di dukung oleh imam syafi’i yg mana beliau dikenal sebagai seorang ahli hadist yg sangat berhati – hati dalam bertijthad yg juga mayoritas kita di indonesia bermadzhab pada beliau…

terus syarat – syaratnya kalo mau berkurban apa???

1. Islam….( y iyalah…-_-‘ )

2. milik sendiri…..(masa y punya orang …n_nv)

3. mampu

nah ini dia…ukuran mampu seperti apa sih…apa sebelum punya rumah besar, mobil mewah, istri cantik belum dikatakan mampyu???,,,hehehe

karena ane bermadzhab syafi’iyah ( maaf bukan berarti fanatik buta)…maka ane coba ambil pendapat beliau, yg mana mampu menurut ukuran beliau dalam hal berkurban adalah apabila mempunyai kelebihan dari keperluan pokoknya, juga keperluan pokok orang-orang yang menjadi tanggungannya, pada hari raya tersebut ditambah tiga hari berikutnya (Hari Tasyriq). Apabila mempunyai kelebihan dari keperluan tersebut, maka sunnah baginya melakukan kurban….

4. balligh ( dewasa ) dan berakal

5. tidak melakukan bepergian

sedangkan apakah ada persyaratan bagi hewan yang akan di sembelih???

tentu ada

syarat – syarat hewan yg akan disembelih :

1. binatang ternak ( sapi, kambing, domba, unta, kerbau )

bolehkah berkurban dengan ayam????

seluruh ulama sepakat bahwa tidak sah hukumnya berkuban dengan ayam…juga sama dengan kuda

2. harus lebih dari 2 tahun

3. tidak memiliki cacat tubuh yg parah

cacat yg menyebabkan hewan tsb tidak sah adalah sesuai hadist nabi

sedangkan ada pula cacat yang tidak mengapa untuk hewan kurban. Cacat-cacat dimaksud dipandang tidak  mengapa dalam berkurban, dan hewan yang dijadikan kurbannya dipandang telah sesuai, namun tetap tidak sempurna pahalanya…… Cacat-cacat dimaksud adalah, hewan tersebut tidak mempunyai gigi, ekor atau buah kemaluannya terputus, dan hewan yang hidungnya terputus…….

apakah saru hewan kurban hanya untuk satu orang?????

lagi – lagi menurut pendapat imam syafi’i, bahwa berkurban hukumnya sunant kifayah. Maksudnya, apabila satu keluarga sudah ada yang berkurban, maka yang lain mendapatkan pahala sunnat tersebut.

sedang Imam Nawawi mengatakan bahwa satu kambing atau domba hanya untuk satu orang saja, namun, apabila seseorang berkurban, maka syiar sunnah menyebar ke seluruh anggota keluarganya. Namun demikian, disunnatkan setiap anggota keluarga mempunyai kurban masing-masing Pendapat ini juga merupakan pendapatnya Hanabilah dan
Ibnu Hazm azh-Zhahiry…..

kapan waktu kurban???

sudah jelas kan…..n_nv

terakhir…

hal yg perlu diperhatikan bagi orang yang akan berkurban adalah :

1. ridak bercukur rambut dan memotong kuku selama 10 hari sebelum berkurban (tanggal 1 Dzulhijjah sampai ia memotong hewan kurbannya (tanggal 10 Dzulhijjah))….

2. memotong sendiri atau menyaksikannya ( bila memungkinkan )

3. niat memotong hewan kurban dengan mencantumkan nama orang yang berkurban…(pendapat imam syafi’i)

semoga bermanfaat….

oleh : Muhammad Abrory

berbagai sumber

mohon cantumkan link blog ane bila ingin copy paste, syukron katsiron!!!